Rahmawati Soroti Pengelolaan Sampah di Gili Meno
Anggota Komisi VII DPR RI, Rahmawati, memperhatikan masalah pengelolaan sampah di Gili Meno, Lombok, Nusa Tenggara Barat, terutama terkait lonjakan volume sampah akibat peningkatan aktivitas pariwisata. Saat ini, penanganan sampah di pulau tersebut masih mengandalkan pengangkutan ke daratan, yang dianggap dapat membebani sistem pengelolaan sampah jika jumlah wisatawan terus bertambah.
Kebutuhan Pengolahan Sampah yang Lebih Efisien
Rahmawati mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan yang semakin tinggi berpotensi meningkatkan volume sampah secara signifikan di Gili Meno. Pengangkutan sampah ke daratan tidak hanya memerlukan biaya besar, tetapi juga dapat menimbulkan beban ekstra pada sistem pengelolaan sampah di pulau tersebut.
Ia mendorong untuk membangun fasilitas pengolahan sampah di Gili Meno agar sampah dapat diolah sedekat mungkin dengan sumbernya, sehingga meminimalkan biaya pengangkutan sampah ke daratan.
Langkah Konkret untuk Mengurangi Penggunaan Plastik
Rahmawati juga menyoroti keberadaan sampah plastik di sejumlah kawasan pantai di Gili Meno. Ia menekankan pentingnya untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan menyediakan fasilitas air minum yang memadai bagi pengunjung, sehingga mengurangi kebutuhan membawa botol plastik dari luar pulau.
Pemerintah daerah dan pengelola kawasan wisata diminta untuk membahas langkah konkret dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di Gili Meno agar dapat menjaga kebersihan lingkungan pantai.
Fasilitas Penitipan Barang untuk Kenyamanan Wisatawan
Untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan, Rahmawati mengusulkan pembangunan fasilitas penitipan barang berupa loker di pelabuhan penyeberangan menuju Gili Meno. Hal ini akan membantu wisatawan yang ingin menginap selama beberapa hari di pulau tersebut dan melanjutkan perjalanan ke destinasi lain di Lombok.
Rahmawati menegaskan pentingnya penanganan sampah yang lebih terpadu dan kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan Gili Meno. Dengan langkah-langkah yang diusulkan, diharapkan pertumbuhan pariwisata di pulau tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan tanpa merugikan lingkungan dan masyarakat setempat.












