Optimalkan Modifikasi Cuaca untuk Kurangi Dampak Karhutla

Danang Wicaksana Dorong BMKG Optimalkan Modifikasi Cuaca untuk Mitigasi Karhutla

Jakarta – Anggota Fraksi Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya, mendesak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk meningkatkan efektivitas operasi modifikasi cuaca (OMC) dalam upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi kemarau ekstrem yang tengah melanda berbagai wilayah di Indonesia.

Opsi Mitigasi Menyusul Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan

Danang mengungkapkan keprihatinannya akan potensi munculnya titik panas dan risiko kebakaran yang semakin tinggi akibat periode kemarau yang berkepanjangan. Terutama, wilayah-wilayah dengan kawasan hutan dan lahan gambut rawan karhutla.

Menurutnya, BMKG harus dapat memanfaatkan OMC sebagai instrumen untuk memicu hujan di wilayah-wilayah prioritas yang berisiko terkena karhutla. Namun, penting untuk memastikan bahwa modifikasi cuaca didasarkan pada analisis meteorologis yang akurat dan pemetaan wilayah yang memerlukan intervensi.

Sinergi dan Tindakan Cepat dalam Pencegahan Karhutla

Selain mengoptimalkan OMC, Danang juga mendesak BMKG untuk meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait, pemerintah daerah, dan stakeholders lapangan. Informasi mengenai potensi cuaca ekstrem, kekeringan, dan wilayah dengan risiko karhutla tinggi harus disampaikan secara tepat waktu dan akurat.

Penguatan sistem pemantauan titik panas serta persiapan personel dan perangkat penanggulangan karhutla juga menjadi fokus. Danang menegaskan bahwa upaya pencegahan harus menjadi prioritas, mengingat penanganan setelah kebakaran berkembang dapat menghabiskan sumber daya dan biaya yang lebih besar.

Danang menekankan bahwa karhutla bukan hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada kesehatan masyarakat, ekonomi, dan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, sinergi antara BMKG, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan sangat penting untuk mencegah dampak luas karhutla selama kemarau ekstrem.

Source link