Komisi IX DPR RI Soroti Eliminasi TB dan HIV/AIDS di Medan

Kunjungan Komisi IX DPR RI ke Medan Soroti Tantangan TB dan HIV/AIDS

Persoalan Tuberkulosis (TB) dan HIV/AIDS masih menjadi perhatian serius di Kota Medan. Sebagai pusat rujukan kesehatan di Sumatera Utara, dampak dari tingginya dinamika penduduk dan kepadatan penduduk di wilayah tersebut menunjukkan perlunya penanganan khusus terhadap kedua penyakit menular tersebut.

Pelacakan Kasus Massal

Komisi IX DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke Kota Medan pada Kamis (21/5/2026) untuk menyoroti permasalahan TB dan HIV/AIDS bersama Pemerintah Kota Medan, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan. Anggota Komisi IX, Ade Rezki, menekankan perlunya pelacakan kasus secara masif, terutama di kota besar seperti Medan dengan populasi sekitar 2,5 juta jiwa yang heterogen.

Pemerintah menargetkan eliminasi TB dan HIV/AIDS pada tahun 2030 melalui pendekatan 95-95-95, dengan peningkatan skrining, pengobatan, dan keberlanjutan terapi pasien. Meskipun program penanggulangan telah berjalan, masih terdapat beberapa tantangan di lapangan, seperti efek samping obat, rendahnya pemahaman masyarakat, dan stigma sosial terhadap pasien TB dan HIV/AIDS.

Dukungan Kolektif untuk Eliminasi TB dan HIV/AIDS

Kesadaran kolektif masyarakat, edukasi berkelanjutan, pengawasan ketat, serta dukungan terapi gratis yang konsisten sangat diperlukan untuk kesuksesan eliminasi TB dan HIV/AIDS. Pemerintah memberikan jaminan pengobatan TB dan terapi ARV bagi penderita HIV/AIDS secara gratis, dengan harapan agar pasien tetap konsisten dalam menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter untuk menekan jumlah virus dan bakteri di tubuh.

Melalui kolaborasi antara DPR RI, pemerintah daerah, dan lembaga terkait, diharapkan target nasional eliminasi TB dan HIV/AIDS pada tahun 2030 dapat tercapai optimal.

Source link